KETERANGAN:
WHAT :
KUNING
WHO :
BIRU MUDA
WHEN :
UNGU
WHY :
MERAH
WHERE : BIRU TUA
HOW :
HIJAU
10 kabupaten di NTT alami krisis air
Kupang (ANTARA News) - Sebanyak 10 kabupaten di
Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami krisis air akibat berkurangnya debit air pada
musim kemarau ini.
"Walaupun demikian, tidak berdampak pada ketersediaan pangan masyarakat. Kondisi stok pangan masyarakat masih tersedia cukup," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKP2) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Hadji Husen, melalui Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Silvya Peku Djawang, Selasa.
Dia menyebutkan 10 kabupaten yang telah melaporkan krisis kekeringan air pada musim kemarau ini, yaitu Kabupaten Lembata, Flores Timur, Ende, Nagekeo, Alor, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sabu Raijua, dan Kabupaten Kupang.
Menurut Silvya, kondisi kekerangan yang dimaksud dalam laporan dari 10 kabupaten ini, lebih berkaitan pada berkurangnya pasokan air bersih yang akan dimanfaatkan untuk sumber pertanian dan juga sumber air baku dalam rumah tangga.
"Walaupun demikian, tidak berdampak pada ketersediaan pangan masyarakat. Kondisi stok pangan masyarakat masih tersedia cukup," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKP2) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Hadji Husen, melalui Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Silvya Peku Djawang, Selasa.
Dia menyebutkan 10 kabupaten yang telah melaporkan krisis kekeringan air pada musim kemarau ini, yaitu Kabupaten Lembata, Flores Timur, Ende, Nagekeo, Alor, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sabu Raijua, dan Kabupaten Kupang.
Menurut Silvya, kondisi kekerangan yang dimaksud dalam laporan dari 10 kabupaten ini, lebih berkaitan pada berkurangnya pasokan air bersih yang akan dimanfaatkan untuk sumber pertanian dan juga sumber air baku dalam rumah tangga.
Kabut asap selimuti Kotawaringin Timur
Sampit (ANTARA News) - Kabut asap tipis diduga hasil kebakaran hutan dan lahan
mulai menyelimuti Kota
Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah dengan jarak pandang
antara 400--500 meter.
"Kabut asap yang menyelimuti kota Sampit dan sekitarnya berlangsung sejak Senin dini hari hingga pukul 07.30 WIB," kata Heriyanto seorang warga Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim, di Sampit Senin.
Saputan kabut asap tipis yang menyelimuti Kota Sampit tersebut sudah terjadi dalam sepekan terakhir.
Meski kabut asap tipis hanya terjadi di pagi hari, kondisi tersebut mengganggu aktivitas warga, selain jarak pandang yang terbatas aroma menyengat juga mengganggu pernapasan.
Menurut Heriyanto, sejak dua bulan terakhir wilayah Kabupaten Kotim tidak di guyur hujan, terik matahari dan suhu udara yang panas dimanfaatkan sejumlah warga untuk membukan lahan pertanian dengan cara membakar.
"Kabut asap yang menyelimuti kota Sampit dan sekitarnya berlangsung sejak Senin dini hari hingga pukul 07.30 WIB," kata Heriyanto seorang warga Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim, di Sampit Senin.
Saputan kabut asap tipis yang menyelimuti Kota Sampit tersebut sudah terjadi dalam sepekan terakhir.
Meski kabut asap tipis hanya terjadi di pagi hari, kondisi tersebut mengganggu aktivitas warga, selain jarak pandang yang terbatas aroma menyengat juga mengganggu pernapasan.
Menurut Heriyanto, sejak dua bulan terakhir wilayah Kabupaten Kotim tidak di guyur hujan, terik matahari dan suhu udara yang panas dimanfaatkan sejumlah warga untuk membukan lahan pertanian dengan cara membakar.
Pesawat Jayawijaya Dirgantara tergelincir di Bandara Wamena
Jayapura (ANTARA News) - Pesawat Jayawijaya Dirgantara dengan kode penerbangan
PK-JRB, Sabtu, tergelincir di Bandara Wamena, Papua.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pudjo ketika dihubungi Antara, Sabtu mengakui, dari laporan yang diterima insiden yang terkaji sekitar pukul 13.05 WIT di runway apron 2 Bandara Wamena akibat stik hidrolik ban depan pesawat patah.
Dikatakan, pesawat yang mengangkut berbagai jenis barang berupa sembako itu sebelumnya berhasil mendarat di runway, namun saat pesawat berputar menuju apron 2 guna melakukan bongkar-muat secara tiba-tiba stik hidrolik ban bagian depan patah.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pudjo ketika dihubungi Antara, Sabtu mengakui, dari laporan yang diterima insiden yang terkaji sekitar pukul 13.05 WIT di runway apron 2 Bandara Wamena akibat stik hidrolik ban depan pesawat patah.
Dikatakan, pesawat yang mengangkut berbagai jenis barang berupa sembako itu sebelumnya berhasil mendarat di runway, namun saat pesawat berputar menuju apron 2 guna melakukan bongkar-muat secara tiba-tiba stik hidrolik ban bagian depan patah.